Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persepsi risiko Indonesia yang terlihat pada credit default swap (CDS) Indonesia tercatat menanjak. CDS 5 tahun naik ke 92,67 di awal pekan ini dari 88,88 pada Senin pekan lalu.
CDS Indonesia 10 tahun juga naik ke 143,3 di awal tahun dari 139,29 di awal pekan lalu. Ini mencerminkan persepsi risiko di mata investor asing.
Kenaikan kurva risiko ini dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan rilis indikator domestik.
Di pasar global, lonjakan harga minyak mentah Brent ke level US$ 90 per barel akibat tersendatnya diplomasi politik internasional dan sikap hawkish The Fed sukses memicu pengetatan likuiditas.
Baca Juga: Persepso Risiko Indonesia Mendaki, Efek Domino ke Rupiah Patut Diwaspadai
Sementara dari dalam negeri, pasar merespons realisasi inflasi Juni sebesar 3,34% year on year serta spekulasi pasar yang memproyeksikan BI Rate akan dikerek naik sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur terdekat.
Menilik data Investing per 20 Juli 2026, pergerakan harian CDS 5 tahun dan 10 tahun masing-masing bertengger di level 90,04 bps dan 144,25 bps.
Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli memaparkan bahwa pergerakan instrumen pelindung nilai ini erat kaitannya dengan kalkulasi pasar terhadap prospek pengelolaan anggaran negara.
"CDS ini bakal naik kalau memang fiskal kita tidak terjaga dan juga masalah-masalah yang lebih fundamental, seperti review MSCI, terus pelemahan rupiah," jelas Dipo kepada Kontan, Senin (20/7/2026).
Memasuki paruh kedua tahun ini, tren premi risiko Indonesia diproyeksikan masih akan bergerak tinggi dan volatil, namun peluang pembalikan arah tetap terbuka.
Arah pergerakan instrumen pelindung nilai ini bakal sangat bergantung pada komitmen pemerintah dalam menjaga rambu-rambu APBN.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufikurrahman mengatakan, kekhawatiran pasar meningkat seiring proyeksi defisit fiskal 2026 yang membayangi level 2,85% terhadap PDB.
Baca Juga: Investasi Tembus Rp 1.010 Triliun, BPJS Watch Soroti Minimnya Lapangan Kerja Formal
Meskipun instrumen ini tidak ditransaksikan secara luas di pasar ritel lokal, pelebaran angka CDS tetap membawa efek domino yang nyata bagi pasar keuangan domestik.
Kenaikan premi risiko secara tidak langsung akan mengerek imbal hasil (yield) obligasi negara, menaikkan biaya bunga kredit perbankan, serta menekan valuasi pasar saham melalui kenaikan country risk premium.
Kondisi tersebut juga menuntut korporasi bersiap menghadapi pembengkakan biaya pendanaan jika ingin menerbitkan surat utang baru.
Lebih jauh, stabilitas nilai tukar rupiah terancam masuk ke dalam pusaran tekanan yang berputar jika tingkat kepercayaan pasar tidak segera dipulihkan.
Penurunan kepemilikan portofolio oleh asing berpotensi memicu pelarian modal keluar yang masif, yang pada akhirnya menekan kurs rupiah ke level lebih dalam.
Dipo mengingatkan otoritas untuk mewaspadai ancaman hubungan dua arah ini agar tidak menjadi bola salju bagi perekonomian nasional.
"Kalau CDS-nya naik banyak, outflow-nya bisa naik, rupiahnya melemah, lalu CDS naik lagi, jadi semacam bikin cycle," kata Dipo.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Redesign GBK, Kawasan Komersial dan Hotel Masuk Rencana
Sebagai langkah penyelamatan untuk menekan laju CDS di semester II, sinergi bauran kebijakan antara Bank Indonesia dan otoritas fiskal harus diarahkan pada perbaikan fundamental, bukan sekadar meredam gejolak harian pasar.
Bank sentral wajib menjaga stabilitas kurs melalui intervensi valas dan optimalisasi instrumen moneter dalam mengelola cadangan devisa secara hati-hati.
Sementara itu, Kementerian Keuangan dituntut mutlak untuk menerapkan tata kelola belanja yang ketat dan efisien.
Rizal menegaskan bahwa konsistensi pengambil kebijakan merupakan modal utama untuk menjaring kembali dana asing.
"Penurunan CDS secara berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui disiplin fiskal, stabilitas moneter, dan kepastian regulasi," tutup Rizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
