kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 5.951   -150,14   -2,46%
  • KOMPAS100 774   -22,02   -2,77%
  • LQ45 584   -14,08   -2,35%
  • ISSI 206   -5,45   -2,57%
  • IDX30 331   -7,41   -2,19%
  • IDXHIDIV20 404   -8,15   -1,97%
  • IDX80 88   -2,47   -2,73%
  • IDXV30 109   -1,84   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,16   -2,00%

Capital inflow Rp 131 triliun hingga 1 September


Rabu, 06 September 2017 / 07:13 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia (capital inflow) berkurang. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, capital inflow hingga 1 September 2017 tercatat Rp 131 triliun. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 150 triliun.

Agus menilai, aliran dana ini masih cukup besar. “Memang kalau dibandingkan tahun lalu kira-kira Rp 150 triliun, tapi stabilitas nilai tukar rupiah masih ada di range yang volatilitasnya stabil,” katanya di Gedung DPR RI, Selasa (5/9).

Malah, menurut Agus, rupiah dapat dikatakan terapresiasi terhadap dolar 0,85%. Padahal bila melihat faktor eksternal, ada risiko geopolitik di Korea Utara. “Faktor Korea Utara sekarang belum ada dampak ke mata uang kita,” ujarnya.

Agus melihat, dampak dari inflasi yang terjaga rendah atau deflasi yang terjadi pada Agustus lalu sehingga dampak dari risiko Korea Utara ke nilai tukar rupiah tidak banyak. Adapun menurutnya konflik di Rohingya tidak mempengaruhi perekonomian Indonesia “Itu tidak langsung terkait dengan staabilitass sistem keuangan Indonesia,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×