kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Cak Imin: Pemerintah Bakal Berikan Tanah untuk Dikelola Keluarga Miskin Ekstrem


Rabu, 05 November 2025 / 14:26 WIB
Cak Imin: Pemerintah Bakal Berikan Tanah untuk Dikelola Keluarga Miskin Ekstrem
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2024). Pada konferensi pers tersebut keduanya menegaskan bahwa judi online adalah ancaman serius yang tidak hanya berdamoak sosial tetapi juga menciptakan kemiskinan baru. Terdapat 8,8 Juta orang di Indonesia terlibat dalam aktivitas judi online. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah siapkan kebijakan pemanfaatan tanah-tanah yang dikembalian ke negara untuk dikelola keluarga masyarakat miskin ekstrem, khususnya di sektor pertanian. 

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025). 

Cak Imin menegaskan bahwa tanah-tanah yang dikuasi kembali negara jumlahnya mencapai jutaan hektar. Dan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian sekaligus mengatasi masalah kemiskinan ekstrem. 

"Kita tahu, sekitar 49 persen masyarakat miskin ekstrem berada di sektor pertanian,” kata Cak Imin dalam keterangan resminya, Rabu (5/11/2025). 

Baca Juga: Mensos: Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Menanggapi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan besar, Cak Imin mengatakan pemerintah juga tengah memperkuat sektor-sektor padat karya agar dapat menampung tenaga kerja lebih banyak.

“Ya, sektor-sektor besar yang padat karya itu akan diperbanyak lagi sebagai solusi pengangguran. Di sisi lain, pemerintah akan terus menjaga agar PHK tidak terjadi melalui koordinasi lintas kementerian dan dunia usaha,” tegasnya. 

Baca Juga: Cak Imin: Presiden Prabowo Ingin Penanggulangan Kemiskinan Dilakukan Secepatnya

Cak Imin mengklaim Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui program pelatihan kerja bagi kepala keluarga miskin ekstrem sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. 

Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan konkret untuk mengatasi kemiskinan ekstrem secara produktif di mana angka kemiskinan ekstrem nasional masih berada di kisaran 1,12 persen atau sekitar 3 juta jiwa. 

"Pak Presiden sudah setuju, kepala keluarga miskin ekstrem akan ditraining maksimal empat bulan bagi yang berminat bekerja sebagai satpam, tenaga pertanian, maupun cleaning service. Setelah pelatihan, mereka akan langsung diserap oleh penyedia kerja," urainya. 

Baca Juga: BPS Ungkap Mekanisme Penghitungan Angka Kemiskinan dan Miskin Ekstrem

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×