kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Cadev mengering bukti kerentanan ekonomi Indonesia


Senin, 09 November 2015 / 12:38 WIB
Cadev mengering bukti kerentanan ekonomi Indonesia


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski penguatan rupiah terbesar di pasar emerging, namun penurunan cadangan devisa Bank Indonesia pada bulan lalu menunjukkan rentannya perekonomian Indonesia saat suku bunga AS dikerek.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg pada Jumat (6/11), cadangan devisa BI kembali turun untuk delapan bulan berturut-turut sebesar US$ 1 miliar menjadi US$ 100,7 miliar.

Penurunan itu disebabkan meningkatnya biaya untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah.

Intervensi yang dilakukan pemerintah berhasil mengangkat performa rupiah sebesar 9,1% pada pekan yang berakhir 9 Oktober 2015 lalu.

Hanya saja, cadev Indonesia saat ini berada di level terendahnya sejak januari 2014 dan mendekati ambang batas nilai psikologis di posisi US$ 100 miliar.

Dengan posisi seperti itu, BI dinilai kekurangan amunisi jika The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2015 mendatang.

Berdasarkan hasil survei Bloomberg, kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini naik menjadi 68%.

Menurut estimasi Macquarie Bank Ltd, kerentanan ekonomi juga terlihat dari arus dana asing yang keluar dari Indonesia dengan nilai mencapai US$ 1,7 miliar.

"Hengkangnya dana asing masih terus terjadi di tengah pelemahan dollar. Apresiasi rupiah pada Oktober hanya salah satu kasus, bukan tren baru," jelas Nizam Idris, Head of Currencies and Fixed Income Strategy Macquarie di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 11.16 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,8% menjadi 13.670 per dollar AS. Mata uang Garuda sudah melemah 3,2% dari posisi paling perkasa pada 15 Oktober lalu di level 13.228 per dollar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×