kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Cadev Agustus 2015 diperkirakan susut


Senin, 07 September 2015 / 12:00 WIB
Cadev Agustus 2015 diperkirakan susut


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terus melemah selama Agustus 2015 diperkirakan telah menguras cadangan devisa (cadev).

Karena itulah sejumlah ekonom memperkirakan, posisi cadev Agustus  2015 turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan, pundi-pundi devisa Agustus 2015 hanya bersumber dari neraca perdagangan yang bakal kembali surplus.

Pada Juli 2015, neraca perdagangan surplus US$ 1,33 miliar. Surplus terjadi karena penurunan impor lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor.

Selain itu, cadev Agustus 2015 juga didukung penerbitan samurai bond di awal bulan sebesar ¥ 100 miliar.

Sementara sumber devisa dari portofolio dan investasi langsung belum bisa diharapkan. Harga minyak dunia pun masih melemah.

"Ini mengurangi aliran devisa karena kan sumber devisa yang langsung masuk dari minyak," kata David, Minggu (5/9).

Di sisi lain kewajiban pembayaran utang tidak berhenti.

Nah, untuk menjaga stabilitas kurs rupiah, menurut David, Bank Indonesia (BI) menggunakan cadev. Karena itu, dia memproyeksikan posisi cadev per Agustus lebih rendah daripada posisi per Juli yang sebesar US$ 107,6 miliar.

"Selama Agustus pelemahan rupiah cukup tinggi. Saya kira upaya intervensi cukup besar," ujar dia.

Walau tak menyebut angka pasti, David yakin posisi cadev cukup membiayai impor. Apalagi dengan nilai impor yang turun dalam.

Jika tahun-tahun sebelumnya impor bisa mencapai US$ 14 miliar per bulan, saat ini hanya sekitar US$ 10 miliar per bulan.

Peneliti Institute for Development of Economist and Finance (Indef) Eko Listianto juga memprediksi cadev per Agustus lebih rendah dibandingkan Juli 2015.

Penurunan cadev terjadi karena BI terus melakukan intervensi rupiah. Eko memperkirakan nilai cadev masih di atas US$ 100 miliar.

"BI bilang intervensi terukur, artinya masih dibatasi. Saya hitung sekitar US$ 105 miliar," katanya.

Menurut Eko, BI akan tetap mempertahankan posisi cadev sampai akhir tahun di atas US$ 100 miliar mengantisipasi kemungkinan yang terjadi kepada rupiah setelah keputusan kenaikan bunga Bank Sentral AS.

"Permintaan dollar masih lebih besar dibandingkan suplai.  Rupiah akan susah menguat," kata Eko.

Selain intervensi dengan cadev, otoritas moneter bisa menggunakan fasilitas bilateral swap agreement (BSA) dan deffered drawdown option atau DDO. 

Hanya saja, menurut Eko, dua fasilitas itu hanya digunakan saat benar-benar darurat. Jika tidak, malah akan menimbulkan sentimen negatif.

"Saat ini masih ada cadev untuk membiayai intervensi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×