kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Cadangan Devisa Indonesia Bisa Capai US$ 155 Miliar Akhir Tahun Ini


Sabtu, 10 Juni 2023 / 10:30 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Bisa Capai US$ 155 Miliar Akhir Tahun Ini


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia tergerus pada bulan Mei 2023. Meski begitu, cadangan devisa diyakini akan terus meningkat pada akhir tahun 2023.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, cadangan devisa akhir tahun 2023 mungkin berada di kisaran US$ 135 miliar hingga US$ 155 miliar.

"Secara keseluruhan kami yakin cadangan devisa tetap pada tingkat yang tinggi," terang Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (9/6).

Menurut Faisal, penguatan cadangan devisa datang dari penerapan instrumen term deposit (TD Valas) devisa hasil ekspor (DHE).

Dengan instrumen ini, Faisal yakin DHE akan tinggal lebih lama di Indonesia dan bisa memenuhi kebutuhan valas Indonesia.

Baca Juga: Membayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Mei 2023 Turun Jadi Rp 139,3 Miliar

Meski, Faisal juga melihat potensi penurunan ekspor seiring dengan normalisasi harga komoditas. Namun setidaknya, bila makin banyak DHE yang masuk, maka cadangan devisa akan tetap kuat.

Kemudian, aliran modal berpotensi masuk ke Indonesia lewat penanaman modal asing (PMA) dari upaya hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang digalakkan pemerintah.

Namun, nampaknya akan ada tantangan untuk masuknya arus modal asing ke pasar portofolio baik di pasar obligasi maupun pasar saham.

"Risiko timbul dari kenaikan suku bunga kebijakan global yang berkelanjutan di tengah inflasi yang masih tinggi sehingga memicu sentimen di pasar portofolio," terang Faisal.

Kabar baiknya, Indonesia lebih menarik bila dibandingkan dengan negara lain. Seiring dengan inflasi yang sudah kembali ke kisaran sasaran BI.

Inflasi yang melandai memastikan terjaganya spread yang baik antara suku bunga nominal dan tingkat inflasi sehingga instrumen keuangan Indonesia relatif lebih menarik dari negara lain.

Lebih lanjut, secara keseluruhan level cadangan devisa tetap kuat dan bahkan mampu mendukung nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Faisal pun memperkirakan, nilai tukar rupiah akan ditutup pada kisaran Rp 14.864 per dolar AS pada akhir tahun 2023.

Baca Juga: Cadangan Devisa Mei 2023 Susut 3,39% dari Bulan Sebelumnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×