kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Cadangan devisa dinilai masih cukup untuk stabilkan rupiah


Minggu, 05 April 2020 / 21:01 WIB
ILUSTRASI. Cadangan devisa RI turun: Rupiah di cash center sebuah Bank di Jakarta, Jumat (5/7).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Jadi, sentimen yang paling utama dalam memengaruhi kecukupan cadev adalah tekanan rupiah. Apabila tekanan rupiah berada dalam jumlah besar dan berkepanjangan, maka cadev cepat terkuras.

"Tapi pemerintah juga melakukan pinjaman luar negeri yang akan menambah cadev. Dengan asumsi wabah pandemi ini akan bisa berakhir di bulan Juni atau Juli, saya meyakini cadev kita masih mampu bertahan," ungkapnya.

Baca Juga: Ini sentimen yang bakal mempengaruhi pergerakan IHSG di pekan depan

Selanjutnya, kata Piter, saat ini nilai rupiah masih sulit untuk diprediksi. Terlebih karena sumber tekanannya, yaitu wabah Corona di global maupun domestik sampai dengan saat ini masih tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

"Untuk skenario terbaik rupiah akan berada di kisaran 14.500 - 15.500, sedangkan skenario terburuk rupiah berada di kisaran 16.500 - 17.500 pada akhir tahun ini," kata Piter.

Namun, tentunya skenario tersebut kondisinya akan sangat bergantung dari bagaimana virus Corona ini bisa ditangani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×