kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45820,18   7,88   0.97%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Burden sharing krisis akibat corona BI dan Pemerintah mulai memacu kontroversi


Senin, 06 Juli 2020 / 06:51 WIB
Burden sharing krisis akibat corona BI dan Pemerintah mulai memacu kontroversi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah pada rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Burden sharing krisis akibat corona BI dan Pemerintah mulai memacu kontroversi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Reporter: Venny Suryanto, Bidara Pink | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Upaya pemerintah dan Bank Indonesia untuk gotong royong berbagi beban atau burden sharing mendanai biaya krisis mulai menuai pro dan kontra. Bahkan, investor asing merespon negatif rencana pembagian beban ini.

Efeknya, pembicaraan burden sharing rupiah pada pekan lalu sempat mengalami tekanan menjadi Rp 14.566.  Beberapa faktonya, "Kabar tentang second wave Covid-19, kemudian isu beredar dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait burden sharing," tandas Deputi Gubernur BI Dody  Budi Waluyo, di webinar bersama dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jumat (3/7).

Ini artikel spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah mendaftar dan login
DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×