kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bulog janjikan percepatan penyerapan gabah


Selasa, 15 Maret 2016 / 19:19 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitangganag | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Harga gabah petani kembali anjlok pada musim panen Maret-April 2016. Bulog akan mempercepat penyerapan gabah agar harga tak terus anjlok.

Kementerian Pertanian (Kemtan) mendata harga gabah di level petani kini menyentuh harga Rp. 3.600 per-kg. Sekadar informasi, harga minimal yang disarankan oleh pemerintah adalah sekitar Rp. 3.600 per-kg.

Padahal, per-bulan September 2015 lalu harga gabah kering sempat naik mencapai Rp. 4.500/kg untuk gabah kering panen (GKP) dan Rp 5.200/kg untuk gabah kering giling (GKG) di level petani.

Untuk dapat menstabilkan harga kembali harga gabah, Kemtan membentuk Tim Percepatan Penyerapan Gabah dengan menggandeng KPPU dan Bulog.

Menurut Sekretaris Perusahaan (Sesper) Perum Bulog, Djoni nur Ashari kepada KONTAN (15/3) saat ini tim yang dipimpin oleh Kemtan telah launching di Cisaat-Sukabumi per tanggal 12 Maret 2016 lalu.

Jumlah target penyerapan gabah yang dikeluarkan oleh Kemtan adalah 4 juta ton. Saat ini, tim memfokuskan di sentra produksi padi seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kita (Bulog) fokus dulu untuk mencegah makin anjloknya harga gabah di tingkat petani, kita serap dulu" kata Djoni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×