Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menggelar operasi pasar serentak untuk memastikan pasokan dan harga beras terkendali.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan operasi pasar serentak ini dilakukan untuk mencegah kenaikan inflasi terutama yang terjadi pada beras.
"Sekaligus kita akan mendeteksi apabila ada kenaikan-kenaikan tidak wajar maka akan langsung di tindak dari Satgas Pangan," kata Rizal saat melakukan monitoring pasar di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: Transaksi E-Commerce RI Melejit Saat Pandemi, Terus Tumbuh hingga Kini
Dalam kesempatan tersebut, Dirut Bulog juga memimpin langsung secara daring inpeksi dadakan (Sidak) serentak turun ke pasar bersama seluruh pimpinan wilayah Bulog di tanah air.
Menurutnya, pasokan beras di pasar mencukupi. Bulog juga terus mengguyur Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar masyarakat bisa mendapatkan harga beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Termasuk juga yang dibilang langka beras premium ya, kita hari ini yang premium juga kita laksanakan operasi pasar," tegas Rizal.
Untuk semakin memperkuat pasokan di pasar, Bulog juga telah berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia dan menyiapkan penggelontoran 110.000 ton beras dalam satu bulan, terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.
Pasokan tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap beras dengan harga yang kompetitif.
Penguatan distribusi ini sekaligus menjadi instrumen Bulog untuk memperbesar pasokan di tingkat konsumen ketika terjadi tekanan harga.
Baca Juga: Pemerintah Tutup 290 Perusahaan BUMN, Anggaran Negara diklaim Hemat Rp 50 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











