Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren transaksi e-commerce di Indonesia terus meningkat dalam jangka panjang, baik dari sisi nilai maupun volume transaksi. Pertumbuhan paling pesat terjadi pada masa pandemi Covid-19, sebelum mengalami normalisasi dan kembali menguat sejak 2024.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mencatat, nilai transaksi e-commerce pada 2018 mencapai Rp 105,6 triliun, meningkat sekitar 150,2% dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 42,2 triliun.
Tren peningkatan berlanjut pada 2019. Nilai transaksi e-commerce hampir dua kali lipat menjadi Rp 205,5 triliun atau tumbuh sekitar 94,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Seskab: Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Secara Tegas
Memasuki masa pandemi Covid-19, pertumbuhan transaksi e-commerce semakin terakselerasi. Pada 2020, nilai transaksi mencapai Rp 266,3 triliun atau meningkat 29,6% secara tahunan.
Pertumbuhan kemudian semakin tinggi pada 2021. Nilai transaksi e-commerce tercatat Rp 401,1 triliun, naik 50,6% dibandingkan 2020. Pada 2022, nilainya kembali meningkat menjadi Rp 476,3 triliun atau tumbuh 18,7%.
“Pembatasan mobilitas mendorong masyarakat semakin banyak berbelanja dan bertransaksi melalui kanal digital, yang tercermin dari peningkatan nominal maupun volume transaksi secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” kata Filli kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).
Namun, setelah lonjakan selama pandemi, pertumbuhan transaksi mulai mengalami normalisasi. Pada 2023, nilai transaksi e-commerce turun menjadi Rp 453,75 triliun atau terkontraksi 4,7% dibandingkan 2022.
Menurut Filli, perlambatan pada 2022–2023 bukan menunjukkan penurunan transaksi secara struktural. Pertumbuhan hanya tidak lagi setinggi periode pandemi dan cenderung lebih berfluktuasi.
Memasuki 2024, transaksi e-commerce kembali menguat. Nilainya mencapai Rp 512,06 triliun atau meningkat 12,9% dibandingkan 2023. Kenaikan tersebut berlanjut pada 2025, ketika nominal transaksi mencapai Rp 589,08 triliun atau tumbuh 15,0% secara tahunan.
Dari sisi volume, transaksi e-commerce juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024, volume transaksi tercatat mencapai 3,23 miliar transaksi. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 4,22 miliar transaksi pada 2025, atau tumbuh sekitar 30,7% dalam setahun.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi transaksi e-commerce telah mencapai Rp 374,28 triliun dengan volume 2,59 miliar transaksi.
“Secara umum, transaksi e-commerce menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang, baik dari sisi nilai maupun volume, meskipun laju pertumbuhannya berbeda antara periode sebelum pandemi, saat pandemi, dan setelah pandemi,” tutur Filli.
Dengan demikian, pola transaksi e-commerce Indonesia menunjukkan empat fase utama, yakni pertumbuhan bertahap sebelum pandemi, akselerasi pada masa pandemi, normalisasi setelah pandemi, dan kembali menguat sejak 2024.
“Dengan demikian, meskipun sempat mengalami perlambatan pada 2022–2023, arah jangka panjang transaksi e-commerce tetap positif dan terus meningkat,” jelasnya.
Sebagai catatan, data transaksi e-commerce tersebut dihitung menggunakan proxy berdasarkan transaksi pada empat pelaku e-commerce terbesar di Indonesia.
Perkembangan Transaksi E-Commerce RI
- 2017: Rp 42,2 triliun
- 2018: Rp 105,6 triliun naik 150,2%
- 2019: Rp 205,5 triliun naik 94,6%
- 2020: Rp 266,3 triliun naik 29,6%
- 2021: Rp 401,1 triliun naik 50,6%
- 2022: Rp 476,3 triliun naik 18,7%
- 2023: Rp 453,75 triliun turun 4,7%
- 2024: Rp 512,06 triliun naik 12,9%
- 2025: Rp 589,08 triliun naik 15,0%
- Jan–Jun 2026: Rp 374,28 triliun
Baca Juga: Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Soal Kemitraan Strategis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











