kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bukan Ekspor, tapi Pungutan Marketplace Bisa Jadi Andalan Penerimaan Pajak


Minggu, 23 Oktober 2022 / 19:06 WIB
Warga mengakses aplikasi belanja daring di Jakarta, Sabtu (10/9/2022). Bukan Ekspor, tapi Pungutan Marketplace Bisa Jadi Andalan Penerimaan Pajak


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Prianto juga menyampaikan, saat ini pemerintah juga sudah membentuk tim khusus untuk mencermati pengaturan, proses bisnis, dan trend baru tentang belanja di dalam game online.

Hal ini bertujuan untuk ekstensifikasi PPh dan PPN atas transaksi e-commerce melalui game online.

Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan, dari sisi sektoral memang beberapa bulan terakhir ini adanya booming komoditas sehingga sektor terkait berperan pada surplus neraca perdagangan, sebut saja batubara dan crude palm oil (CPO).

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Mobil Listrik Sebelum Membeli

Oleh sebab itu, apabila ada risiko secara sektoral maka penerimaan pajak tahun depan diprediksi tidak akan sebesar di tahun ini. Dirinya juga melihat bahwa sektor pengolahan dan perdagangan masih jadi penopang penerimaan pajak, meskipun akan ada perlambatan.

"Sektor perdagangan masih bisa dioptimalkan, misalnya dengan menurunkan ambang batas PKP dan juga perdagangan melalui e-commerce," ujar Fajry kepada Kontan.co.id, Minggu (23/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×