kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

BPS: Impor dari China Terbanyak selama Januari-September 2025, US$ 62,07 Miliar


Senin, 03 November 2025 / 13:08 WIB
Diperbarui Senin, 03 November 2025 / 15:34 WIB
BPS: Impor dari China Terbanyak selama Januari-September 2025, US$ 62,07 Miliar
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia paling banyak melakukan impor dari China sepanjang Januari-September 2025.. KONTAN/Baihaki/27/12/2019


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia paling banyak melakukan impor dari China sepanjang Januari-September 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, impor Indonesia dari China mencapai US$ 62,07 miliar, atau 40,68% dari total impor non minyak dan gas (migas).

“Impor non migas dari China mencapai US$ 62,07 miliar,” tutur Pudji dalam konferensi pers, Senin (3/11/2025).

Bila dirinci, impor dari negeri Tirai Bambu tersebut paling banyak adalah mesin dan peralatan mekanis (HS 84) sebesar US$ 14,39 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) US$ 13,19 miliar, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) mencapai US$ 3,52 miliar.

Baca Juga: Impor Konsumsi dan Bahan Baku Kompak Turun Sepanjang Januari-September 2025

Negara selanjutnya adalah Jepang, dengan total impor non migas mencapai US$ 11,01 miliar atau 7,22%. Terdiri dari mesin dan peralatan mekanis (HS 84) US$ 2,38 miliar, kendaraan dan bagiannya (HS 87) US$ 1,65 miliar, serta besi dan baja (HS 72) mencapai US$ 1,46 miliar.

Diposisi ketiga adalah impor dari Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 7,33 miliar atau 4,81% dari total impor non migas, dengan komoditas utama impor mesin dan peralatan mekanis (HS 84) US$ 1,41 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) US$ 0,77 miliar, serta biji dan buah mengandung minyak (HS 12) US$ 0,76 miliar.

Lebih lanjut, impor non migas dari wilayah ASEAN mencapai 15,79% dari total impor non migas, dari Uni Eropa mencapai 5,84%, dan negara lainnya mencapai 25,66%.

Selanjutnya: Penjualan Arwana (ARNA) Tumbuh 13%, Tapi Laba Terpangkas Biaya Gas

Menarik Dibaca: 5 Zodiak Istri Idaman, Sosoknya Penuh Cinta dan Sangat Setia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×