kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

BPS prediksi angka inflasi akan lebih rendah di bulan Maret


Kamis, 24 Maret 2011 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Salah satu gerai Indomaret di Pulau Samosir, Sumatra Utara . Daniel Prabowo/KONTAN.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka inflasi di bulan Maret akan lebih rendah jika dibandingkan bulan Februari.

"Akan lebih rendah dari Februari, angkanya berkisar 0,1-0,2%. Tapi juga bisa di bawah 0 atau minus (deflasi)," kata Kepala BPS, Rusman Heriawan, di kantor Kepresidenan, Kamis (24/3).

Lantaran ini karena hampir semua harga bahan pokok penyumbang inflasi sudah mulai turun kecuali telur yang masih sedikit di atas rata-rata. Makanya Rusman menyebutkan bahwa kemungkinan bakal terjadi deflasi. "Potensi deflasi ada, yang terburuk ada inflasi tetapi kecil," jelasnya.

Terkait kemungkinan faktor kenaikan harga minyak. Rusman belum melihat menjadi faktor pendorong khusus terkait kebijakan pengaturan BBM bersubsidi yang pelaksanaannya masih ditunda oleh Pemerintah.

Namun dirinya menyoroti soal kenaikan harga Pertamax yang berpeluang memicu angka inflasi. Dimana sebelumnya harga Pertamax pada Rp 8.100 per liter, sekarang hitungannya sudah mencapai R p8.700 per liter. Namun Rusman memastikan tidak terlalu memberikan pengaruh lantaran share pengguna Pertamax tidak terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×