kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

BPS prediksi angka inflasi akan lebih rendah di bulan Maret


Kamis, 24 Maret 2011 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Salah satu gerai Indomaret di Pulau Samosir, Sumatra Utara . Daniel Prabowo/KONTAN.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka inflasi di bulan Maret akan lebih rendah jika dibandingkan bulan Februari.

"Akan lebih rendah dari Februari, angkanya berkisar 0,1-0,2%. Tapi juga bisa di bawah 0 atau minus (deflasi)," kata Kepala BPS, Rusman Heriawan, di kantor Kepresidenan, Kamis (24/3).

Lantaran ini karena hampir semua harga bahan pokok penyumbang inflasi sudah mulai turun kecuali telur yang masih sedikit di atas rata-rata. Makanya Rusman menyebutkan bahwa kemungkinan bakal terjadi deflasi. "Potensi deflasi ada, yang terburuk ada inflasi tetapi kecil," jelasnya.

Terkait kemungkinan faktor kenaikan harga minyak. Rusman belum melihat menjadi faktor pendorong khusus terkait kebijakan pengaturan BBM bersubsidi yang pelaksanaannya masih ditunda oleh Pemerintah.

Namun dirinya menyoroti soal kenaikan harga Pertamax yang berpeluang memicu angka inflasi. Dimana sebelumnya harga Pertamax pada Rp 8.100 per liter, sekarang hitungannya sudah mencapai R p8.700 per liter. Namun Rusman memastikan tidak terlalu memberikan pengaruh lantaran share pengguna Pertamax tidak terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×