kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.091   -19,00   -0,10%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

BPS prediksi angka inflasi akan lebih rendah di bulan Maret


Kamis, 24 Maret 2011 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Salah satu gerai Indomaret di Pulau Samosir, Sumatra Utara . Daniel Prabowo/KONTAN.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka inflasi di bulan Maret akan lebih rendah jika dibandingkan bulan Februari.

"Akan lebih rendah dari Februari, angkanya berkisar 0,1-0,2%. Tapi juga bisa di bawah 0 atau minus (deflasi)," kata Kepala BPS, Rusman Heriawan, di kantor Kepresidenan, Kamis (24/3).

Lantaran ini karena hampir semua harga bahan pokok penyumbang inflasi sudah mulai turun kecuali telur yang masih sedikit di atas rata-rata. Makanya Rusman menyebutkan bahwa kemungkinan bakal terjadi deflasi. "Potensi deflasi ada, yang terburuk ada inflasi tetapi kecil," jelasnya.

Terkait kemungkinan faktor kenaikan harga minyak. Rusman belum melihat menjadi faktor pendorong khusus terkait kebijakan pengaturan BBM bersubsidi yang pelaksanaannya masih ditunda oleh Pemerintah.

Namun dirinya menyoroti soal kenaikan harga Pertamax yang berpeluang memicu angka inflasi. Dimana sebelumnya harga Pertamax pada Rp 8.100 per liter, sekarang hitungannya sudah mencapai R p8.700 per liter. Namun Rusman memastikan tidak terlalu memberikan pengaruh lantaran share pengguna Pertamax tidak terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×