kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BPS: Pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat sudah berubah


Selasa, 28 Januari 2020 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

Perubahan gaya hidup juga terpampang dari penggunaan media sosial dan pengeluaran untuk keperluan hiburan (leisure) seperti makan di restoran dan lain-lain yang akan meningkat.

Baca Juga: Bunga deposito paling tinggi 6,8%, bunga deposito Bank Mandiri 6%, BCA 4,6%, BRI 5,8%

"Dengan adanya pola perubahan tersebut, akhirnya ada komoditas-komoditas baru yang akhirnya dimasukkan dan ada komoditas lama yang akhirnya harus dibuang karena sudah tidak representatif dengan saat ini," tambah Suhariyanto.

Beberapa komoditas baru yang akan ditambahkan misalnya, konsumsi untuk membeli charger, powerbank, asesoris telepon genggam. Ada juga pengeluaran untuk kendaraan roda dua atau roda empat online karena maraknya transportasi online saat ini.

Sementara komoditas yang akhirnya akan dibuang karena tidak mencerminkan perkembangan konsumsi saat ini seperti kalkulator, biaya pengiriman surat, penggunaan CD atau tape radio, serta tarif Puskesmas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×