kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.724   16,00   0,09%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

BPS: Neraca perdagangan 2010 bisa surplus US$ 20 miliar


Senin, 03 Januari 2011 / 14:07 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Selama periode Januari hingga November lalu, neraca perdagangan sudah surplus sebesar US$ 18,07 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan neraca perdagangan akhir tahun 2010 bisa surplus sebesar US$ 20 miliar.

Pada November 2010, neraca perdagangan menyumbang surplus sebesar US$ 2,27 miliar. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, jika ekspor dan impor bertahan seperti pada November 2010 maka nilai surplus perdagangan bisa mencapai US$ 20 miliar.

Dia memaparkan, komposisi neraca perdagangan berasal surplus perdagangan non migas selama Januari-November 2010 sebesar US$ 18,128 miliar. “Sayangnya, kita mengalami defisit secara keseluruhan untuk migas, walaupun tipis sebesar US$ 53,9 miliar,” ucapnya, Senin (3/1).

Rusman menilai tipisnya defisit migas itu dikarenakan masih membukukan surplus untuk ekspor dan impor minyak mentah sebesar US$ 1,52 miliar. Tetapi, mengalami defisit yang besar untuk produk (hasil) minyak, seperti bahan bakar minyak. “Memang sebagian BBM kita juga diimpor karena keterbatasan kilang dalam negeri, itu jumlahnya US$ 13,04 miliar. Sedangkan gas alam, LNG, kita membukukan surplus sebesar US$ 11,46 miliar,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×