kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

BPS: Inflasi Tahunan Januari 2026 Naik Jadi 3,55%


Senin, 02 Februari 2026 / 13:18 WIB
BPS: Inflasi Tahunan Januari 2026 Naik Jadi 3,55%
ILUSTRASI. Logo Badan Pusat Statistik (BPS) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,55% year on year (YoY) pada Januari 2026. Inflasi ini tercatat meningkat dari Desember 2025 yang mencapai 2,92% YoY.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyampaikan, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan pada Januari 2026 utamanya didorong oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencatatkan inflasi sebesar 11,93% YoY.

“(Kelompok) ini juga memberikan andil cukup tinggi yakni sebesar 1,72%,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Sebut Kelapa Sawit Komoditas Strategis yang Diburu Dunia

Adapun komoditas dengan andil inflasi terbesar pada perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga adalah komoditas tarif listrik. Selanjutnya, komoditas lain  yang memberikan andil inflasi adalah emas dan perhiasan.

Ateng membeberkan, penyebab terjadinya inflasi tahunan yang tinggi di awal tahun bila dibandingkan dengan Desember 2025 adalah dipengaruhi low base effect. Ia menyebut pada Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang menekan IHK dan mendorong terjadinya deflasi.

Baca Juga: BPS: 19 Provinsi Alami Deflasi dan 20 Provinsi Alami Inflasi Pada Januari 2026

Penurunan IHK tersebut lanjutnya, menyebabkan level harga pada Januari-Februari 2025 berada di bawah pola tren normalnya.

Dengan demikian, Ateng menyebut, ketika penghitungan inflasi tahun ke tahun (YoY) dilakukan pada periode yang sama di 2026, basis pembanding yang relatif rendah tersebut menghasilkan tingkat inflasi yang tampak lebih tinggi, meskipun dinamika harga berjalan relatif sejalan dengan tren fundamentalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×