kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

BPS: Harga Emas Turun Tiga Bulan Beruntun, Catat Deflasi 2,67% pada Mei 2026


Selasa, 02 Juni 2026 / 14:17 WIB
BPS: Harga Emas Turun Tiga Bulan Beruntun, Catat Deflasi 2,67% pada Mei 2026
ILUSTRASI. BPS mencatat emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Mei 2026 seiring tren pelemahan harga emas di pasar global.(KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penurunan harga emas yang terjadi dalam tiga bulan terakhir mulai tercermin pada laju inflasi domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Mei 2026 seiring tren pelemahan harga emas di pasar global.

Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengungkapkan, emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,06% pada Mei 2026. Besaran tersebut setara dengan andil deflasi dari daging ayam ras dan menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi bulan lalu.

"Komoditas yang memberikan andil deflasi terdalam adalah emas perhiasan. Pada Mei 2026, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67% dengan andil deflasi 0,06%," ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: BPS: Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga Pangan dan BBM Jadi Biang Kerok

BPS mencatat, emas perhiasan mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret hingga Mei 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan harga emas di pasar internasional yang terus mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, secara tahunan harga emas masih berada pada level yang tinggi. BPS mencatat harga komoditas logam mulia masih tumbuh 58,61% secara tahunan pada Mei 2026.

Namun, tren kenaikan tersebut mulai mereda dalam beberapa bulan terakhir. Pada April 2026, harga logam mulia tercatat turun 2,71% dibandingkan Maret 2026.

Jika melihat perkembangan tiga bulan terakhir, harga emas terus menunjukkan tren penurunan meskipun posisinya masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan harga emas tersebut turut mempengaruhi dinamika inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi tahunan yang cukup tinggi dan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Mei 2026 secara tahunan.

Menurut BPS, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,70%, yang terutama dipengaruhi oleh masih tingginya harga emas perhiasan dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Melonjak Jadi 3,08% per Mei 2026

Dengan kata lain, meskipun harga emas mengalami penurunan secara bulanan dalam tiga bulan terakhir, level harganya masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi dalam jangka pendek, tetapi tetap menjadi salah satu pendorong inflasi dalam perhitungan tahunan.

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut menahan laju inflasi Mei 2026 adalah telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,05%.

BPS mencatat, fenomena ini menunjukkan bahwa koreksi harga emas global mulai memberikan dampak terhadap harga emas domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×