Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 mencatatkan surplus sebesar US$ 2,51 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus bulan November 2025 yang sebesar US$ 2,66 miliar.
Capaian surplus Desember 2025 tersebut sekaligus menjadikan Indonesia surplus perdagangan selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kinerja perdagangan Desember 2025 ditopang oleh peningkatan ekspor secara tahunan. Nilai ekspor Desember 2025 mencapai US$ 26,35 miliar, atau tumbuh 11,64% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Desember 2024.
Baca Juga: BPS Catat Ekspor Desember 2025 Naik 11,64% Jadi US$ 26,35 Miliar, Ini Pendorongnya
“Pada Desember 2025, neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar US$ 2,51 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, nilai impor pada Desember 2025 tercatat sebesar US$ 23,83 miliar, atau naik 10,81% yoy dibandingkan Desember 2024. Kenaikan impor ini turut menahan besaran surplus neraca dagang dibandingkan bulan sebelumnya.
Ateng menjelaskan, surplus neraca perdagangan terutama ditopang oleh kinerja komoditas nonmigas. Pada Desember 2025, surplus nonmigas tercatat sebesar US$ 4,60 miliar, dengan komoditas penyumbang utama antara lain lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Baca Juga: Ekonom BCA Proyeksikan Inflasi Tahunan Akselerasi ke 3,81% per Januari 2026
Secara kumulatif, sepanjang Januari–Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 41,05 miliar. Angka ini meningkat US$ 9,72 miliar dibandingkan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 31,33 miliar.
“Surplus sepanjang Januari–Desember 2025 terutama ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar US$ 60,75 miliar, sementara komoditas migas masih mencatatkan defisit sebesar US$ 19,70 miliar,” jelas Ateng.
Selanjutnya: AAUI Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Rencana Asuransi Umum Tingkatkan Permodalan
Menarik Dibaca: Promo MonDeal A&W Terbaru: Cheeseburger Gratis Tiap Senin, Hemat hingga Rp 29.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













