kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.542   159,00   0,97%
  • IDX 7.865   -86,97   -1,09%
  • KOMPAS100 1.094   -12,41   -1,12%
  • LQ45 801   -10,44   -1,29%
  • ISSI 266   -2,43   -0,90%
  • IDX30 415   -5,90   -1,40%
  • IDXHIDIV20 482   -6,43   -1,32%
  • IDX80 121   -1,58   -1,29%
  • IDXV30 130   -1,81   -1,37%
  • IDXQ30 134   -2,03   -1,49%

BPS: Beras dan Cabai Masih Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar


Senin, 06 November 2023 / 13:10 WIB
BPS: Beras dan Cabai Masih Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Oktober 2023 mencapai 0,17% (month to month/mtm).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Oktober 2023 mencapai 0,17% (month to month/mtm). 

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mencatat, komoditas beras dan cabai rawit dan cabai merah masih menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut. 

Beras menyumbang inflasi sebesar 0,06% dari 0,17 % inflasi mtm. Lalu, cabai rawit menyumbang inflasi sebesar 0,03% dari 0,17% inflasi mtm dan cabai merah sumbang inflasi sebesar 0,01% dari 0,17% inflasi mtm. 

"Jadi tiga komoditas di atas yang masuk dalam volatile food yang menyumbang inflasi terbesar," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (6/11). 

Baca Juga: Harga Pangan Naik, Inflasi Tahunan Pada Oktober 2023 Meningkat

Amalia bilang, inflasi beras terjadi secara serentak di 87 kota dan hanya 2 kota yang mengalami deflasi beras dan 1 kota lainya stabil. 

Khusus untuk beras, produksi pada tahun 2021-2023 memang kecenderunganya mengalami penurunan pada periode September-Desember. 

Namun BPS mencatat, pada tahun 2023 ini terjadi penurunan produksi beras sebanyak 0,06 juta ton pada periode Januari - September dari periode yang sama di tahun 2022. 

Selain itu, pada periode Oktober - Desember, produksi beras diprediksi akan turun sebesar 0,56 juta ton dari periode yang sama di tahun 2022. 

"Dan sepanjang tahun 2023 diperkirakan ada penurunan produksi beras mencapai 0,65 juta ton," imbuh Amalia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×