kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

BPKH Ungkap Pendaftar Haji Lampaui Target, Tembus 118,61% hingga Mei 2026


Selasa, 23 Juni 2026 / 15:58 WIB
BPKH Ungkap Pendaftar Haji Lampaui Target, Tembus 118,61% hingga Mei 2026
ILUSTRASI. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) (Dok./BPKH)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat jumlah pendaftar haji baru hingga Mei 2026 melampaui target operasional yang telah ditetapkan, dengan capaian mencapai 118,61% atau sebanyak 203.452 orang. 

Capaian ini menjadi salah satu indikator positif kinerja pengelolaan dana haji, terutama dari sisi permintaan masyarakat yang tetap tinggi, meski di sisi lain penguatan dana kelolaan masih menghadapi sejumlah kendala struktural.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, mengatakan secara umum kinerja BPKH masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2026, khususnya pada indikator pendaftaran jemaah haji baru.

“Secara umum kinerja BPKH sampai dengan Mei 2026 masih berada dalam kondisi sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa indikator menunjukkan capaian positif, terutama jumlah pendaftar haji baru yang telah melampaui target yang ditetapkan untuk periode sampai dengan Mei 2026. Hal ini mencerminkan bahwa minat masyarakat untuk mendaftar haji masih sangat tinggi dan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kinerja ekosistem pengelolaan dana haji secara keseluruhan,” ujar Fadlul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII RI dengan BPKH di Gedung Parlemen, Selasa (22/6/2026). 

Baca Juga: BPKH Sudah Transfer 70,95% Dana Haji 2026, Likuiditas Dijaga di Tengah Tekanan Biaya

Fadlul menjelaskan, bahwa meski dari sisi pendaftar menunjukkan tren positif, terdapat sejumlah faktor yang masih memengaruhi optimalisasi dana kelolaan, terutama terkait struktur kebijakan setoran dan dinamika pengelolaan dana haji secara keseluruhan.

“Namun demikian, terdapat beberapa area yang masih memerlukan perhatian dan mitigasi lanjutan, khususnya terkait dengan dana kelolaan, nilai manfaat, dan imbal hasil atau yield on investment. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor seperti arus keluar dana untuk pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, dinamika pasar keuangan, serta keterbatasan instrumen investasi yang tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana kelolaan hingga Mei 2026 berada di posisi Rp181,731 triliun atau 97,47 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2026 yang sebesar Rp204,287 triliun. 

Sementara imbal hasil pengelolaan dana haji tercatat 6,57 persen atau 83,16 persen dari target 7,9 persen, dan nilai manfaat terealisasi Rp4,935 triliun atau 82,73 persen dari target.

Lebih lanjut, BPKH juga menyoroti bahwa salah satu faktor yang menahan optimalisasi pertumbuhan dana kelolaan adalah belum diterapkannya sejumlah penyesuaian kebijakan, termasuk kenaikan setoran awal haji reguler dari Rp25 juta menjadi Rp35 juta serta setoran awal haji khusus dari 4.000 dolar AS menjadi 6.000 dolar AS 

Baca Juga: BPKH Tebar 108.075 Paket Sembako di Ramadan 2026, Ini Sebarannya

Selain itu, skema cicilan setoran lunas bagi jemaah tunggu juga belum berjalan optimal.

Kondisi tersebut dinilai membuat ruang akumulasi dana jangka panjang belum berkembang maksimal, meski jumlah pendaftar terus menunjukkan peningkatan signifikan setiap periode.

Menurut Fadlul, BPKH juga masih menghadapi tekanan akibat kebutuhan pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji yang setiap tahun menyerap dana dalam jumlah besar, sehingga memengaruhi komposisi dana kelolaan secara keseluruhan.

Meski begitu, BPKH menilai tingginya pendaftar haji tetap menjadi modal penting bagi keberlanjutan sistem dana haji karena mencerminkan basis peserta yang kuat untuk pengelolaan dana jangka panjang di masa mendatang.

“Dengan demikian, capaian BPKH sampai dengan Mei 2026 secara umum menunjukkan kinerja yang baik, terutama dari sisi pendaftar haji yang melampaui target. Namun tetap terdapat sejumlah risiko yang harus dijaga bersama, khususnya terkait keseimbangan antara dana masuk, dana keluar, dan hasil pengelolaan investasi,” imbuh Fadlul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×