kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BPH Migas: Konsumsi Premium - Solar akan berkurang


Minggu, 12 April 2015 / 21:16 WIB
BPH Migas: Konsumsi Premium - Solar akan berkurang
ILUSTRASI. OJK mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 8,96% secara tahunan menjadi 6.837,30 triliun per September 2023.KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pengatur Hulu (BPH) minyak dan gas bumi (migas) memperkirakan ke depan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu dan subsidi akan semakin turun. Tren tersebut mengikuti perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua BPH Migas Andy Noorsaman Someng mengatakan dalam tiga tahun terakhir, atau sejak tahun 2013 hingga 2014 jumlah konsumsi BBM sudah turun hingga 10 juta kilo liter. Trend itu menurutnya akan berlanjut, bahkan dalam beberapa tahun ke depan Ia optimistis konsumsinya bisa turun hingga 17 juta kl.

Salah satu penyebabnya adalah penyesuaian harga BBM jenis tertentu seperti premium, sesuai dengan harga keekonomian. "Selain itu, saya melihat ada upaya dari pemerintah untuk membatasi konsumsi," ujar Someng, di Jakarta.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah menekan penyalahgunaan BBM. Dulu, penyalahgunaan BBM sulit dicegah hasilnya konsumsi masyarakat sulit dikontrol.

Hasilnya, pada tahun 2013 dari target konsumsi BBM bersubsidi sebesar 48 juta KLO, di akhir tahun ada sisa hingga 300.000 kilo liter. Begitu pun di tahun 2014, targetnya sebesar 46 juta kl realisasinya malah lebih dengan jumlah yang sama 300.000 kl.

Target tahun ini, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 ditetapkan sama dengan tahun lalu 46 juta kl. Diharapkan penghematannya bisa lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×