kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

BP Taskin Siapkan Strategi Kejar Target 0% Kemiskinan Ekstrem 2026


Selasa, 16 Desember 2025 / 16:46 WIB
Diperbarui Selasa, 16 Desember 2025 / 17:35 WIB
BP Taskin Siapkan Strategi Kejar Target 0% Kemiskinan Ekstrem 2026
ILUSTRASI. BP Taskin menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendukung target nasional 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2026 serta penurunan angka kemiskinan menjadi 4,5 persen pada 2029. (Leni Wandira/KONTAN)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendukung target nasional 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2026 serta penurunan angka kemiskinan menjadi 4,5 persen pada 2029.

Langkah ini menjadi bagian dari mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 163 Tahun 2024 yang menempatkan BP Taskin sebagai koordinator utama percepatan pengentasan kemiskinan lintas kementerian dan lembaga.

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa target penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan komitmen nasional yang harus dicapai secara kolektif.

“Target 0 persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 adalah komitmen dan target nasional yang harus kita capai bersama. Menanggapi mandat penting ini, BP Taskin telah menyiapkan sejumlah program khusus yang akan kami implementasikan secara intensif,” ujar Budiman saat Media Gathering BP Taskin yang digelar di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Upaya tersebut ditopang oleh penguatan sistem monitoring dan evaluasi nasional untuk memastikan setiap intervensi memberikan dampak nyata bagi keluarga berpendapatan rendah.

Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta kelanjutan Kajian Sistem Perlindungan Nasional (SPN) akan dioptimalkan untuk memastikan penargetan kelompok desil terbawah semakin presisi.

BP Taskin juga memperkuat kebijakan Graduasi Terpadu dan mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi nasional agar keluarga penerima manfaat dapat bergerak menuju kemandirian ekonomi secara terukur.

Seluruh agenda percepatan pengentasan kemiskinan akan dikonsolidasikan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra non-pemerintah agar pelaksanaan program berjalan terintegrasi dan fokus pada kantong-kantong kemiskinan ekstrem.

“Dengan perencanaan kerja yang sudah kami susun, BP Taskin akan menyinkronkan program-program kementerian dan lembaga, memadukannya dengan program pemerintah daerah kabupaten dan kota, agar setiap gerakan BP Taskin benar-benar mampu menurunkan angka kemiskinan di daerah,” ujarnya.

Dengan arah kebijakan dan target kerja yang telah ditetapkan, BP Taskin optimistis dapat memperkuat kontribusinya pada 2026 serta memastikan seluruh program pengentasan kemiskinan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×