kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Bom kembali terjadi, DPR pertanyakan kinerja intelijen


Jumat, 15 April 2011 / 18:53 WIB
ILUSTRASI. Dua traveller sedang menyantap bekal makanan sehat di bandara.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo mempertanyakan kinerja intelijen lantaran kasus bom kembali terjadi. Dia menilai ledakan bom yang terjadi saat shalat Jumat siang tadi menunjukkan antisipasi dini tidak ada.

Karena itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini akan mempertanyakan posisi intelijen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen Negara nantinya. Dia juga akan menyisipkan konsep materi struktur intelijen untuk antisipasi dini terhadap teror.

Hal serupa pun dilontarkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil. Dia menyatakan kasus bom bunuh diri di Cirebon merupakan bukti kelemahan intelijen Indonesia. "Lalu, yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagai Kota Wali,” kata Said.

Atas ledakan bom tersebut, PBNU mengecam keras tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon. Alhasil, Said menghimbau masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×