kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Bom kembali terjadi, DPR pertanyakan kinerja intelijen


Jumat, 15 April 2011 / 18:53 WIB
ILUSTRASI. Dua traveller sedang menyantap bekal makanan sehat di bandara.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo mempertanyakan kinerja intelijen lantaran kasus bom kembali terjadi. Dia menilai ledakan bom yang terjadi saat shalat Jumat siang tadi menunjukkan antisipasi dini tidak ada.

Karena itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini akan mempertanyakan posisi intelijen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen Negara nantinya. Dia juga akan menyisipkan konsep materi struktur intelijen untuk antisipasi dini terhadap teror.

Hal serupa pun dilontarkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil. Dia menyatakan kasus bom bunuh diri di Cirebon merupakan bukti kelemahan intelijen Indonesia. "Lalu, yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagai Kota Wali,” kata Said.

Atas ledakan bom tersebut, PBNU mengecam keras tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon. Alhasil, Said menghimbau masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×