kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.705   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Boediono: Rupiah tak melemah, dolar yang menguat


Kamis, 22 Agustus 2013 / 12:25 WIB
ILUSTRASI. Anak-anak Afghanistan berbagi teh dan roti untuk sarapan di panti asuhan sebelum berangkat sekolah di Kabul, Afghanistan, 12 Oktober 2021. REUTERS/Jorge Silva/Files


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono mengatakan, kondisi nilai tukar rupiah saat ini yang kian melemah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat harus dipahami dengan tepat.

Ia bilang, mata uang rupiah tidak melemah, tetapi mata uang dolar AS yang menguat terhadap semua mata uang negara-negara lain, termasuk rupiah.

"Jadi menguatnya tidak hanya terhadap rupiah loh, itu lain sekali implikasi policynya. Jadi jangan sampai kita salah mendefinisikannya. Memang kurs mata uang kita merosot, tapi bukan yang paling buruk," tutur Wapres saat memberikan kuliah umum kepada peserta Lemhananas 2013 di Istana Wakil Presiden, Kamis (22/8).

Menurut Boediono, mata uang Garuda tidak lebih buruk dibandingkan kurs Jepang, India dan Afrika Selatan terhadap dollar AS. Namun ia juga mengakui bahwa memang mata uang RI sedikit lebih buruk bila dibandingkan dengan mata uang Singapura dan Malaysia dalam menghadapi penguatan dollar AS.

Penguatan mata uang dollar menjadi persoalan bagi semua negara dan bukan hanya Indonesia. Menurut Boediono, menguatnya nilai uang dollar terhadap semua mata uang negara lain karena ekonomi Amerika Serikat tampaknya sudah mulai membaik.

“Maka, uang yang dulunya mencari imbalan di tempat lain, kini kembali ke kandangnya. Pasalnya di Amerika dianggap lebih bagus,” kata Boediono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×