kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI pastikan ekonomi tetap terjaga


Rabu, 21 Agustus 2013 / 20:16 WIB
ILUSTRASI. Beli paket data AXIS pilihan di Tokopedia dan dapatkan diskon plus cashback spesial.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan pelemahan yang terjadi terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir didominasi oleh kekhawatiran pasar atas rencana penghentian stimulus moneter dari bank sentral Amerika Serikat atawa The Federal Reserve.

Bahkan, kata Agus, 50% analis lembaga riset dunia memprediksi bahwa penghentian stimulus tersebut akan dilakukan mulai bulan depan. "Kita sama-sama lihat dampak stimulus moneter AS pada banyak negara termasuk emerging countries," ujar Agus di Jakarta, Rabu (21/8).

Akibatnya, investor asing ramai-ramai menarik dananya dari pasar modal Indonesia. Agus menyebutkan, sepanjang periode Mei sampai Juni 2013, jumlah dana yang hengkang dari Indonesia mencapai US$ 4,1 miliar. "Periode itu memang tekanan besar sekali," ujar Agus.

Meski demikian, Agus meyakinkan bahwa BI akan terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamental perekonomian dengan menggunakan bauran kebijakan yang dimiliki BI.

"Kami yakinkan akan jaga nilai tukar sesuai fundamental dan kami juga pastikan ekonomi tetap terjaga," ucap Agus.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah hari ini kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) rupiah telah berada di kisaran Rp 10.723.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×