kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Boediono buka Musyawarah REI ke-14


Senin, 25 November 2013 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Apa Itu Stunting dan Penyebabnya. ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono membuka Musyawarah Real Estate Indonesia (REI) ke-14 tahun 2013 yang berlangsung di Hotel Grand Melia, Senin (25/11). Dalam sambutannya, Wapres meminta REI tetap memperhatikan pembangunan hunian untuk masyarakat kurang mampu.

"Saya meminta agar REI tetap memperhatikan pembangunan hunian bagasyarakat kurang mampu. Kita harus bisa menyediakan hunian yang layak bagi rakyat kita," tutur Boediono dalam sambutannya.

Hadir dalam acara itu Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Ketua Umum REI Setyo Maharso dan anggota REI peserta musyawarah.

Wapres mengatakan, pemerintah tetap mendukung REI dalam menjalankan peranannya dalam pembangunan hunian yang layak bagi rakyat. Sebab, peranan REI sangat penting dalam memenuhi kebutuhan papan di Indonesia. "Kalau produk lain itu bisa diimpor, tapi kalau papan tidak bisa. Itulah kelebihan REI," terang wapres.

Setyo Maharso dalam sambutannya meminta agar pemerintah mendukung REI dalam membangun hunian untuk kelas menengah ke bawah.

Pada kesempatan itu, Setyo mengeluhkan sejumlah kebijakan pemerintah yang semakin mempersulit para pengembang. Salah satunya adalah tingginya bunga perbankan akibat terkereknya BI rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×