kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Boediono buka Musyawarah REI ke-14


Senin, 25 November 2013 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Apa Itu Stunting dan Penyebabnya. ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono membuka Musyawarah Real Estate Indonesia (REI) ke-14 tahun 2013 yang berlangsung di Hotel Grand Melia, Senin (25/11). Dalam sambutannya, Wapres meminta REI tetap memperhatikan pembangunan hunian untuk masyarakat kurang mampu.

"Saya meminta agar REI tetap memperhatikan pembangunan hunian bagasyarakat kurang mampu. Kita harus bisa menyediakan hunian yang layak bagi rakyat kita," tutur Boediono dalam sambutannya.

Hadir dalam acara itu Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Ketua Umum REI Setyo Maharso dan anggota REI peserta musyawarah.

Wapres mengatakan, pemerintah tetap mendukung REI dalam menjalankan peranannya dalam pembangunan hunian yang layak bagi rakyat. Sebab, peranan REI sangat penting dalam memenuhi kebutuhan papan di Indonesia. "Kalau produk lain itu bisa diimpor, tapi kalau papan tidak bisa. Itulah kelebihan REI," terang wapres.

Setyo Maharso dalam sambutannya meminta agar pemerintah mendukung REI dalam membangun hunian untuk kelas menengah ke bawah.

Pada kesempatan itu, Setyo mengeluhkan sejumlah kebijakan pemerintah yang semakin mempersulit para pengembang. Salah satunya adalah tingginya bunga perbankan akibat terkereknya BI rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×