kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BNPB sarankan SBY tidak ke Aceh


Kamis, 12 April 2012 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Vaksin Sinovac produksi China.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum akan mengunjungi Nangroe Aceh Darusalam, meski provinsi tersebut diguncang gempa 8,5 SR pada Rabu (11/4) kemarin. Hal ini sesuai saran dan rekomendasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.

"Sejauh ini yang dilaporkan Kepala BNPB adalah semua situasi terkendali. Rekomendasi dari Kepala BNPB bahwa Presiden belum perlu datang ke sana," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldin Pasha, Kamis (12/4).

Julian menjelaskan, berdasarkan laporan BNPB, meski ada spekulasi ancaman tsunami, namun pada kenyataanya hal itu tidak terjadi.

Terkait korban jiwa, sejauh ini BNPB baru mencata ada lima orang meninggal dunia. Rata-rata dari mereka meninggal akibat sakit jantung dan shock akibat gempa.

Selebihnya, ada empat orang mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan dampak gempa bumi. Dengan demikian, situasi tersebut belum terlalu mendesak SBY untuk meninjau Aceh.

Julian menjelaskan, langkah selanjutnya dalam penanganan bencana menyangkut evakuasi masyarakat yang mengungsi. "Oleh karena itu, dibuat beberapa titik pengungsian di sana. Tempat pengungsian ini akan terus dikembangkan, dibangun, dan ditambah," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×