kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

BNPB Pastikan Pengungsi Aceh Utara Pindah ke Huntara Paling Lambat 18 Februari 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 16:59 WIB
BNPB Pastikan Pengungsi Aceh Utara Pindah ke Huntara Paling Lambat 18 Februari 2026
ILUSTRASI. wijaya Karya (WIKA) (Wijaya Karya (WIKA)/Wijaya Karya (WIKA) bangun 80 unit Rumah Hunian Danantara (HUNTARA) di Kabupaten Aceh Tamiang ) Pemerintah menargetkan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dilakukan paling lambat 18 Februari 2026.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa para pengungsi korban banjir besar di Kabupaten Aceh Utara tidak akan lagi tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan Ramadan tahun ini. Pemerintah menargetkan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dilakukan paling lambat 18 Februari 2026.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menegaskan, komitmen tersebut saat meninjau langsung progres pembangunan huntara di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (22/1). Peninjauan ini dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah pejabat daerah.

Suharyanto menyebut, pemerintah tengah mengebut pembangunan 4.000 unit huntara di Aceh Utara sebagai tahap awal sebelum nantinya dibangun hunian tetap (huntap). Meski jumlahnya masif, saat ini progres pembangunan fisik dilaporkan baru menyentuh angka 30%.

Baca Juga: RI Tutup 1.000 Tambang Ilegal di Berbagai Wilayah, Prabowo: Tak Ada Kompromi

“Memang jumlahnya sangat besar dan saat ini progresnya baru sekitar 30%. Tantangannya adalah pengerjaan yang harus dilakukan dalam waktu cepat,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (23/1/2025).

Bagi pengungsi yang tidak masuk ke huntara karena memilih tinggal sementara di rumah keluarga, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan dana. BNPB akan mengucurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga (KK) setiap bulannya.

Dana DTH tersebut akan diberikan selama masa transisi enam bulan, atau hingga pembangunan hunian tetap rampung dikerjakan. "Dalam jangka waktu enam bulan tersebut, pembangunan hunian tetap diharapkan sudah dapat diselesaikan," jelasnya.

Suharyanto optimistis target pembersihan tenda pengungsian sebelum Ramadan akan tercapai. Hal ini didorong oleh kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah, hingga jajaran TNI dan Polri.

"Kemungkinan pada 18 Februari sudah tidak ada lagi pengungsi di tenda. Sebagian masuk huntara, sebagian lagi menetap sementara di rumah saudara dengan bantuan dana tunggu," tegasnya.

Selain mengecek hunian, Kepala BNPB juga menyusuri aliran Sungai Jambo Aye menggunakan perahu mesin untuk memantau titik-titik terdampak banjir besar 25 November 2025 lalu yang hingga kini jalurnya masih terputus lewat darat.

Langkah percepatan ini penting mengingat banjir yang melanda Aceh Utara akhir tahun lalu telah melumpuhkan banyak sektor dan merusak ribuan rumah warga. Pemerintah berupaya memastikan akomodasi layak agar ibadah di bulan Ramadan tidak terganggu oleh kondisi di pengungsian.

Baca Juga: Klik Cekbansos.kemensos.go.id, 18 Juta KPM Akan Terima Bansos BLT PKH Februari 2026

Selanjutnya: AS Resmi Keluar dari WHO, Kegagalan COVID-19 Jadi Alasan

Menarik Dibaca: Berlangsung hingga 25 Januari, Ini Berbagai Penawaran di HSBC ANA Travel Fair 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×