kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

BNPB Dapat Pinjaman dari Spanyol untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Basah


Selasa, 03 Februari 2026 / 18:02 WIB
BNPB Dapat Pinjaman dari Spanyol untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Basah
ILUSTRASI. Operasi modifikasi cuaca BNPB di Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia melalui dukungan pendanaan dari luar negeri.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, pemerintah telah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh pinjaman dari pemerintah Spanyol.

Suharyanto menjelaskan, pinjaman tersebut akan difokuskan untuk meningkatkan kesiapan mitigasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Tidak Ada Intervensi ke Bank Sentral

Kendati demikian, Suharyanto belum merinci secara detail berapa total besaran nilai pinjaman yang dikucurkan oleh Spanyol tersebut.

"Kami juga baru disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol dengan titik beratnya untuk meningkatkan kesiapan mitigasi bencana menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, dana ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih presisi dan bersifat direktif. Menurutnya, saat ini informasi dari BMKG baru sebatas memberikan data curah hujan, namun belum sampai pada instruksi teknis bagi warga untuk mengungsi.

"Sekarang BMKG itu bisa memberikan peringatan dini tapi belum bisa memberikan peringatan harus mengungsi atau tidak. Contoh, ini curah hujan di Kabupaten Bekasi di atas 200 mm, hanya itu saja. Tapi dengan adanya nanti ini, akan memberikan informasi, peringatan dini kepada pemerintah Kabupaten Bekasi bahwa harus mengungsi. Kalau tidak mengungsi nanti Kampung A, Kampung B, Kampung C ini akan menghadapi banjir," urainya.

Lebih lanjut, Suharyanto menambahkan, proyek penguatan mitigasi ini direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 dan akan mulai diluncurkan pada tahun 2026 ini.

Baca Juga: Perkuat Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI, Menkeu Minta Investor Asing Tak Ragu Investasi

"Mudah-mudahan setelah punya ini, paling tidak kemampuan NKRI di bawah BNPB sebagai ujung tombak yang terdepan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah ini bisa meningkat," pungkasnya.

Selanjutnya: Suku Bunga Merangkak Naik, Pasar Uang Antar Bank Mulai Semarak?

Menarik Dibaca: Provinsi Ini Dilanda Hujan Sangat Deras, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×