kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

BMKG sebut siklon tropis Seroja bergerak menjauh


Selasa, 06 April 2021 / 17:12 WIB
ILUSTRASI. Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/17


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siklon tropis Seroja yang menyebabkan sejumlah bencana di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mulai bergerak menjauh. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Puncak dari siklon tersebut disampaikan terjadi pada 5 April 2021 lalu yang menyebabkan banjir bandang di NTT. "Saat itu masih posisinya di wilayah perairan NTT, tapi saat ini menjauh dari peta ini bergerak ke arah barat daya," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers, Selasa (6/4).

Dwikorita bilang saat ini kecepatan angin dari siklon tersebut bertambah hingga mencapai 110 kilometer per jam bahkan akan mencapai 130 km per jam. Meski begitu dampak yang dihasilkan di wilayah Indonesia akan minim.

Baca Juga: Jokowi berikan instruksi penanganan bencana di NTT dan NTB

Diperkirakan pada tanggal 7 April besok kondisi cuaca akan semakin membaik. Meski begitu, dampak siklon tropis tersebut masih perlu diwaspadai.

Pasalnya siklon tropis dapat menyebabkan hujan lebat, angin kencang, dan juga gelombang tinggi. Dwikorita bilang hal tersebut mirip dengan kondisi tsunami. "Meskipun tidak sama dan sekuat gelombang tsunami, tetapi sama-sama masuk ke darat dan dapat merusak," terang Dwikorita.

Siklon tropis Seroja memang bukan satu-satunya siklon yang terjadi. Namun, siklon Seroja dinilai memiliki perbedaan dengan dampak dahsyat yang ditimbulkan karena masuk ke darat.

Meski diperkirakan kondisi membaik setelah tanggal 7 April mendatang, Dwikorita masih meminta masyarakat untuk waspada. Pasalnya gelombang di laut masih berpotensi semakin tinggi.

Selanjutnya: Waspada! Ada potensi cuaca ekstrem dalam sepekan mendatang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×