kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

BKPM: Selesaikan RUU Pengadaan Tanah


Rabu, 20 Juli 2011 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Masker telah menjadi barang penting yang menemani aktivitas masyarakat sehari-hari.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap Rancangan Undang-Undang Pengadaan Tanah segera selesai. Tanpa undang-undang tersebut, Kepala BKPM Gita Wirjawan pesimis pembangunan infrastruktur berjalan lancar.

Menurutnya, undang-undang tersebut sudah ditunggu oleh para investor untuk mengetahui kepastian harga dan waktu pembebasan lahan. "Investor berani mengambil risiko untuk Indonesia selama ada kepastian bahwa kalau sudah berlarut-larut tidak tuntas," katanya, Rabu (20/7).

Gita mendesak, DPR dan pemerintah segera menyelesaikan RUU Pengadaan Tanah tersebut. Sebab, menurutnya, beberapa proyek infrastruktur sudah menanti aturan tersebut. Dia mencontohkan proyek tol Medan-Kualanamu.

RUU Pengadaan Tanah sendiri masih dalam tahap penyusunan Daftar Inventaris Masalah (DIM). Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPR Nusyirwan Soejono mengaku tengah mengundang beberapa pakar untuk mendapatkan beberapa masukan.

Anggota Paniti Kerja RUU Pengadaan Tanah itu berharap, aturan ini menjawab permasalah pengadaan lahan selama ini. Namun, ia mengaku, pembahasan RUU Pengadaan Tanah tidak akan rampung pada masa sidang ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×