kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.016   80,74   1,02%
  • KOMPAS100 1.130   12,89   1,15%
  • LQ45 819   3,74   0,46%
  • ISSI 283   5,53   1,99%
  • IDX30 426   -0,38   -0,09%
  • IDXHIDIV20 511   -3,36   -0,65%
  • IDX80 126   1,27   1,02%
  • IDXV30 139   0,28   0,20%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

BKPM optimistis target investasi 2020 tercapai, ini tanggapan ekonom CORE


Minggu, 08 Maret 2020 / 19:39 WIB
BKPM optimistis target investasi 2020 tercapai, ini tanggapan ekonom CORE
ILUSTRASI. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia Sebut Masalah Investasi Terkendala di Daerah. BKPM Sebut Masalah Investasi Terkendala di Daerah. DOK BKPM


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih optimis target investasi Indonesia yang sebesar Rp 886 triliun di tahun ini akan tetap tercapai, meski di tengah masifnya penyebaran virus corona.

Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, ini disebabkan oleh BKPM yang akan tetap sigap dan gencar menarik negara-negara lain seperti Eropa, Timur Tengah, Korea, Jepang, dan Singapura untuk berinvestasi di Indonesia. Tak hanya itu, Bahlil pun menyebut akan tetap berupaya dalam menggaet investor domestik.

Baca Juga: Rekomendasi analis untuk saham emiten mamin yang tengah diselimuti sentimen negatif

Meski begitu, Bahlil tetap mengaku bahwa ada potensi penurunan investasi dari negara China di semester I tahun ini. Apalagi bila melihat realisasi investasi di sepanjang tahun lalu, negara tirai bambu ini menjadi negara terbesar kedua yang berinvestasi di Indonesia dengan nilai US$ 4,74 miliar dari 2.130 proyek.

Senada dengan Bahlil, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy juga optimis bahwa target investasi tahun ini masih bisa tercapai. Apalagi dengan melihat perkembangan kondisi terkini, Indonesia bisa kejar target di semester II tahun ini.

"Memang virus Corona memang masih terjadi di China, tetapi kalau melihat trennya justru menurun. Jadi ada peluang investasi di semester II dengan semakin membaiknya penanganan virus ini," kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (8/3).

Baca Juga: Industri smelter di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan berat, apa saja?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×