kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

BJ Habibie, jenius berkat pola asuh sang ayah


Rabu, 11 September 2019 / 22:55 WIB
ILUSTRASI. Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Kegemarannya membaca ini rupanya berefek samping. Rudy jadi terus mengurung diri di kamar dan harus dipaksa untuk keluar. Rudy juga menjadi anak yang gagap karena tidak terbiasa berbicara dengan orang di luar rumah. 

Literasi baca dan sains 

Apa yang dilakukan Alwi pada Rudy merupakan salah salah praktek penanaman kebiasaan membaca di rumah. Yang lebih spesifik lagi, cara Alwi menjawab setiap pertanyaan anaknya itu merupakan salah satu metode penanaman literasi sains di keluarga. 

Melalui cara Alwi tersebut, Rudy tumbuh menjadi manusia yang gemar mencari setiap masalah dan menemukan solusinya, termasuk dalam teknologi kedirgataraan yang membuatnya menjadi pakar ilmu penerbangan yang terkenal di dunia. 

Saat peluncuran buku biografinya “Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner” (12/10/2015) BJ Habibie mengatakan: "Saya dari lahir, cuma butuh tidur empat jam, selebihnya yang dua puluh jam, panca indera saya menyerap lingkungan sekitar dan bertanya-tanya," kata Habibie. 

Baca Juga: BJ Habibie wafat, pemerintah serukan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari

Karena panca inderanya sangat aktif, lanjut Habibie, saat kecil dirinya sudah mulai bertanya-tanya dan kalau tidak bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan, ia pun menangis. (Yohanes Enggar Harususilo)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BJ Habibie, Jenius lewat Pola Asuh Ayahnya", 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×