kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Bicara Soal Silicon Valley, Luhut Pandjaitan Ingatkan Indonesia Hati-Hati


Selasa, 14 Maret 2023 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sambutan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia mengungkapkan, gonjang-ganjing yang terjadi di perbankan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tak terjadi di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kondisi Indonesia sejauh ini masih kuat.

"Indonesia belum memiliki indikator tersebut (untuk mengalami gejolak di perbankannya)," tegas Luhut dalam Inodnesia Leading Economic Forum 2023 di Jakarta, Selasa (14/3).

Meski begitu, Luhut mengaku apa yang terjadi pada Bank Silicon Valley dan Bank Signature akan diwaspadai oleh Indonesia.

Baca Juga: Investor Cemas akan Dampak SVB, Saham Bank Jepang Ikut Melorot

Dalam hal ini, pemerintah tetap harus hati-hati dengan kemungkinan yang terjadi, mengingat ketidakpastian masih tinggi.

Terlebih, negara superpower seperti Amerika Serikat (AS) saja bisa mencatat kolaps bank seperti itu, berarti memang Indonesia harus benar-benar hati-hati dalam mengantisipasi yang akan terjadi.

"Pemerintah Indonesia saat ini bekerja dengan sangat hati-hati dalam mengantisipasi apa yang terjadi, terutama karena isu yang terjadi di Silicon Valley," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×