kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.798   -32,00   -0,19%
  • IDX 8.183   50,78   0,62%
  • KOMPAS100 1.155   8,72   0,76%
  • LQ45 833   3,76   0,45%
  • ISSI 291   2,55   0,89%
  • IDX30 432   0,89   0,21%
  • IDXHIDIV20 517   -1,92   -0,37%
  • IDX80 129   1,00   0,78%
  • IDXV30 141   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,41   -0,30%

Biaya Produksi Naik Tipis Akibat Kenaikan Tarif Setrum


Kamis, 29 Juli 2010 / 13:05 WIB
Biaya Produksi Naik Tipis Akibat Kenaikan Tarif Setrum


Reporter: Irma Yani Nasution | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 18% tetap mendongkrak biaya produksi. Namun, kenaikan ongkos produksi itu tidaklah terlalu besar.

"Hanya sekitar 1%-2%," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, usai Seminar Bisnis Bersih Korupsi, Kamis (29/7).

Dia mengatakan, kenaikan itu baru akan terlihat pada Agustus mendatang. "Karena kan tagihan baru bulan Agustus," terangnya.

Sofjan menjelaskan bahwa kenaikan biaya produksi itu terjadi pada industri makanan dan minuman. Sementara untuk industri tekstil, lanjutnya, kenaikan TDL tak akan mendongkrak harga jual produk. "Barang Cina sudah banyak yang masuk. Jadi kalau dinaikin nanti nggak laku karena ada persaingan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×