kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Biaya Produksi Naik Tipis Akibat Kenaikan Tarif Setrum


Kamis, 29 Juli 2010 / 13:05 WIB
Biaya Produksi Naik Tipis Akibat Kenaikan Tarif Setrum


Reporter: Irma Yani Nasution | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 18% tetap mendongkrak biaya produksi. Namun, kenaikan ongkos produksi itu tidaklah terlalu besar.

"Hanya sekitar 1%-2%," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, usai Seminar Bisnis Bersih Korupsi, Kamis (29/7).

Dia mengatakan, kenaikan itu baru akan terlihat pada Agustus mendatang. "Karena kan tagihan baru bulan Agustus," terangnya.

Sofjan menjelaskan bahwa kenaikan biaya produksi itu terjadi pada industri makanan dan minuman. Sementara untuk industri tekstil, lanjutnya, kenaikan TDL tak akan mendongkrak harga jual produk. "Barang Cina sudah banyak yang masuk. Jadi kalau dinaikin nanti nggak laku karena ada persaingan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×