kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.035   -66,02   -1,08%
  • KOMPAS100 788   -7,51   -0,94%
  • LQ45 594   -4,00   -0,67%
  • ISSI 210   -2,14   -1,01%
  • IDX30 336   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 411   -1,29   -0,31%
  • IDX80 89   -0,87   -0,97%
  • IDXV30 111   0,12   0,10%
  • IDXQ30 107   -0,27   -0,25%

BI waspadai dampak inflasi dari harga LPG dan TDL


Kamis, 13 Februari 2014 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Pameran produk UMKM binaan BRI pada ANTAD & Alimentaria Expo yang diselenggarakan di Kota Guadalajara, Meksiko.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia akan menjaga sasaran angka inflasi tahun 2014 ini sebesar 4,5% plus minus 1%. Karena itu, bank sentral akan mewaspadai kenaikan harga LPG dan tarif dasar listrik (TDL) yang akan efektif pada Mei mendatang, lantaran dapat mengerek angka inflasi.

"Kami tetap mewaspadai kondisi di dalam negeri yang terkait dengan harga LPG dan tarif listrik khususnya pada industri," kata Agus Martowardojo, Gubernur BI di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/2).

Dia menambahkan, bank sentral optimistis, inflasi tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,38%. "Secara umum BI masih melihat bahwa target inflasi adalah arah sasaran yang akan kami capai," ucap Agus. BI akan menyasar inflasi 4% plus minus 1% di tahun 2015. 

Selain itu, harga-harga pangan juga masih terus diwaspadai mengingat instrumen ini yang paling banyak mempengaruhi kenaikan angka inflasi. Sebab, awal tahun ini, Indonesia mengalami bencana alam yang mengakibatkan terganggunya pasokan dan distribusi bahan pangan. 

"Volatilitas harga makananharus diwaspadai karena alam kurang bersahabat. Penyesuaian harga berdampak pada inflasi," ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×