kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.145   31,00   0,18%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

BI: TD Valas DHE Capai US$ 1,85 Miliar per September 2023


Kamis, 19 Oktober 2023 / 20:36 WIB
BI: TD Valas DHE Capai US$ 1,85 Miliar per September 2023
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama para Deputi Gubernur BI dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (19/10/2023). 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi term deposit valuta asing (TD Valas) devisa hasil ekspor (DHE) telah mencapai US$ 1,85 miliar per akhir September 2023. 

Jumlah tersebut naik tipis bila dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1,3 miliar. 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, penyerapan tersebut belum maksimal. Mengingat kenaikan yang masih tipis. 

Namun, "Slowly but sure (perlahan tapi pasti), akan meningkat. Jadi kami akan mengoptimalkan," tegas Destry dalam konferensi pers, Kamis (19/10) di Jakarta. 

Baca Juga: Antisipasi Ketidakpastian Global, Bos BI Rajin Koordinasi dengan Menkeu Sri Mulyani

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, angka TD Valas yang disebutkan oleh Destry merupakan DHE SDA yang diteruskan oleh perbankan ke BI. 

Jadi, ini belum mencakup DHE SDA yang ditempatkan oleh para eksportir ke rekening khusus maupun rekening lain. 

Juga DHE SDA yang ditempatkan oleh eksportir di deposito valas bank, maupun promissory note yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). 

"Kami sedang mengumpulkan data-data beberapa DHE SDA yang ditaruh oleh para eksportir di sana. Karena penempatannya tidak hanya di situ. Ini sedang kami lakukan dan akan menjadi berita selanjutnya," kata Perry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×