kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

BI: Surplus neraca dagang Mei 2020 bisa kokohkan ketahanan eksternal perekonomian


Senin, 15 Juni 2020 / 22:47 WIB
BI: Surplus neraca dagang Mei 2020 bisa kokohkan ketahanan eksternal perekonomian
ILUSTRASI. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko.Dok.pribadi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia Mei 2020 mencatat surplus US$ 2,09 miliar setelah mengalami defisit US$ 372,1 juta pada bulan April 2020.

"Bank Indonesia memandang surplus neraca dagang tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Senin (15/6). 

Baca Juga: BPS: Ekspor periode Januari - Mei 2020 mencapai US$ 64,46 miliar

Surplus neraca perdagangan tersebut juga tak lepas dari surplus neraca dagang non minyak dan gas (non migas) pada bulan lalu yang sebesar US$ 2,10 miliar. Ini berbalik dari bulan sebelumnya yang defisit US$ 81,7 juta. 

Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan impor non migas sejalan dengan pelemahan permintaan domestik akibat merebaknya Covid-19. Penurunan impor non migas ini juga terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. 

Sementara itu, ekspor non migas juga tercatat turun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Kabar baiknya, ada beberapa komoditas seperti emas, besi, dan baja yang mengalami peningkatan. 

Sementara neraca perdagangan migas pada Mei 2020 mencatat defisit US$ 5,4 juta. Defisit ini jauh lebih rendah dari defisit bulan sebelumnya yang mencapai US$ 290,4 juta. Defisit ini dipengaruhi oleh penurunan impor migas sejalan dengan turunnya permintaan minyak mentah dan hasil minyak, serta peningkatan ekspor migas terutama pertambangan gas. 

Baca Juga: Kepala BPS: New normal bisa meningkatkan kegiatan ekonomi, termasuk impor

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca dagang Indonesia Januari 2020 - Mei 2020 tercatat surplus US$ 4,31 miliar alias lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit US$ 2,68 miliar. 

Bank sentral pun mengaku ke depannya akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×