kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BI Sebut Wajar Likuiditas Mengetat Saat Ramadan dan Lebaran


Kamis, 06 Maret 2025 / 20:07 WIB
BI Sebut Wajar Likuiditas Mengetat Saat Ramadan dan Lebaran
ILUSTRASI. Menjaga Stabilitas Moneter ---- Pejalan kaki melintas dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Selasa (24/7). BI melihat adanya kenaikan risiko nilai tukar di banyak negara, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini memaksa BI pada Mei 2018 menaikkan suku bunga hingga dua kali untuk menjaga stabilitas, terlepas kondisi ekonomi domestik yang masih kuat, kokoh dan tidak memerlukan kenaikan suku bunga. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/24/07/2018


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai pengetatan likuiditas saat Ramadan dan Lebaran sebagai fenomena yang wajar dan berulang setiap tahun.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, R. Triwahyono, mengungkapkan bahwa dalam satu bulan ke depan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, kondisi likuiditas berpotensi mengetat akibat meningkatnya peredaran uang di masyarakat.

Baca Juga: Uang Beredar Meningkat 5,9% Pada Januari 2025, Capai Rp 9.232,8 Triliun

"Biasanya menjelang Lebaran, penarikan uang kartal meningkat tajam karena kebutuhan masyarakat untuk berbagi tunjangan hari raya (THR), menukar uang baru, dan keperluan lainnya. Ini berdampak signifikan terhadap likuiditas, sehingga jika dalam 3-4 minggu ke depan likuiditas mengetat, itu adalah hal yang wajar," ujar Tri dalam Taklimat Media, Kamis (6/3).

Tri menambahkan bahwa fenomena serupa juga terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana masyarakat cenderung menarik uang kartal dalam jumlah besar.

Sebagai langkah antisipasi, tahun ini BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru dalam rangka Idul Fitri 2025.

Program ini mengusung tema Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi).

Baca Juga: BI: Uang Beredar Sepanjang 2024 Capai Rp 1.204 Triliun

Jumlah tersebut setara dengan 25% dari total kebutuhan uang kartal sepanjang tahun.

Selain itu, BI juga menaikkan batas maksimal penukaran uang dari Rp 4 juta menjadi Rp 4,3 juta. Program penukaran ini berlangsung mulai 3 Maret hingga 27 Maret 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×