kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BI sambut rencana impor beras 1 juta ton


Jumat, 16 Oktober 2015 / 10:16 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyambut baik rencana pemerintah melakukan impor beras 1 juta ton dalam waktu dekat.

"Mengenai beras, pemrintah akan impor beras 1 juta ton dari Vietnam, tentu saja ini positif," ujar Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung saat konferensi pers di Kantor BI, Jakarta, Kamis (15/10). 

Dia menjelaskan, impor beras sangat bermanfaat karena di penghujung tahun biasanya dampak El Nino akan semakin terasa sehingga kekeringan lahan pertanian bisa semakin parah.

"Ini karena el nino sampai akhir tahun akan semakin kuat. Ini (impor beras) bisa antisipasi itu," kata Juda.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sempat secara khusus mewaspadai ketersediaan pangan dan distribusinya. Pasalnya, kedua faktor itu akan mempengaruhi harga pangan sehingga bisa menjadi pemacu utama inflasi. 

"Secara khusus kita waspadai sektor pangan. Pangan itu selalu jadi tantangan Indonesia, kita harus sama-sama menjadi ketersediaan, distribusi dan kewajaran dari harganya," ujar Agus di Jakarta, Kamis (7/5). 

Dia mengatakan, hal tersebut sangat berpengaruh kepada inflasi. Padahal saat ini pemerintah sedang menjaga daya beli masyarakat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Dalam banyak kasus, pemerintah daerah tak mampu menjaga harga pangan, apalagi menjelang Ramadhan. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×