Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meluncurkan publikasi kurva imbal hasil transaksi pasar uang sebagai upaya memperkuat efisiensi dan transparansi pembentukan harga di pasar uang domestik.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kurva imbal hasil tersebut mencerminkan kondisi harga aktual yang terbentuk di pasar sekunder sehingga dapat menjadi acuan yang lebih akurat dan berbasis transaksi nyata bagi seluruh pelaku pasar.
"Kurva ini mencerminkan kondisi harga aktual yang terbentuk di pasar sekunder, sehingga memberikan acuan yang lebih akurat dan berbasis transaksi nyata bagi seluruh pelaku pasar," ujar Denny dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Hanya Tumbuh 0,7%, Ekonom Ingatkan Sinyal Perlambatan
Publikasi kurva imbal hasil transaksi pasar uang mulai diluncurkan pada 8 Juni 2026 dan dapat diakses melalui website resmi Bank Indonedia www.bi.go.id pada menu Fungsi Utama – Moneter – INDONIA dan Harga Pasar Uang Lainnya.
Denny menjelaskan, kurva imbal hasil tersebut dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang (RRT) harga dan volume transaksi aktual instrumen Repurchase Agreement (Repo) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar sekunder.
Data yang dipublikasikan mencakup transaksi Repo tenor satu bulan serta SRBI tenor tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. Publikasi akan dilakukan setiap hari Senin atau pada hari kerja pertama setiap minggunya pukul 10.00 WIB dengan memuat data harian pada minggu kerja sebelumnya.
Menurut BI, peluncuran publikasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) dalam memperkuat reformasi suku bunga acuan domestik dan mendorong terbentuknya pasar keuangan yang modern, transparan, efisien, serta berbasis transaksi.
Adapun NWGBR merupakan kelompok kerja yang beranggotakan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, serta Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia.
BI berharap publikasi kurva imbal hasil transaksi pasar uang tersebut dapat meningkatkan efisiensi pembentukan harga di pasar uang, mendorong likuiditas transaksi di pasar sekunder, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter.
Baca Juga: Penerimaan Bea dan Cukai Kembali Tumbuh, Ekonom Sebut Industri Rokok Mulai Pulih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













