kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BI prediksi laju ekonomi 2018 hanya 5,1%-5,5%


Selasa, 06 Juni 2017 / 16:12 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan masih di kisaran 5%. Jauh dari perkiraan pemerintah, BI hanya memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,1%-5,5%. Sedangkan perkiraan pemerintah sebesar 5,4%-6,1%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dari sisi global, pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik. Pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 3,6%, lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini yang sebesar 3,5%.

Hal tersebut akan memberikan dampak positif untuk ekspor Indonesia. "Tetapi tidak terlalu besar seperti di tahun 2017 karena peningkatan harga komoditas relatif terbatas," kata Agus dalam rapat kerja terkait Keranga Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2018 dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (6/6).

Dari sisi domestik, Agus bilang investasi tahun depan akan semakin baik, baik investasi bangunan dan juga non bangunan. Reformasi struktural yang konsisten lanjut dia, akan memberikan dampak yang kuat dalam mendorong investasi swasta.

Selain itu, konsumsi rumah tangga sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi domestik tahun depan diperkirakan tetap kuat sejalan dengan inflasi yang terjaga. Perkiraan inflasi tahun depan oleh BI sendiri sama dengan pemerintah, yaitu 2,5%-3,5%.

"Kami perkirakan 2018 pertumbuhan ekonomi dapat berada di kisaran 5,1%-5,5%, lebih tinggi dari perkirakan kisaran ekonomi 2017. Kisaran itu masih searah dengan pertumbuhan ekonomi yang diajukan pemerintah tadi 5,4%-6,1%," tambah Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×