kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

BI: Penguatan rupiah ditopang inflow Rp 9 triliun


Jumat, 13 Januari 2017 / 15:44 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kondisi domestik yang lebih baik dan kondisi global yang lebih kondusif membuat adanya arus modal asing masuk (capital inflow) di awal tahun ini. Hal tersebut, berkontribusi pada stabilitas nilai tukar rupiah di awal 2017.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, besaran capital inflow sejak 1-9 Januari 2017 hampir mencapai Rp 9 triliun atau sekitar US$ 700 juta. Inflow tersebut, membuat nilai tukar rupiah cenderung menguat di awal tahun ini.

"Diketahui rupiah bergerak relatif stabil dan hari ini cenderung menguat," kata Perry, Jumat (13/1).

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah pada 3 Januari 2017 berada di level Rp 13.485 per dollar AS. Sementara, hari ini rupiah berada di level Rp 13.308 per dollar AS.

Lanjut Perry, selain suplai dan permintaan valas di dalam negeri yang membaik, penguatan kurs juga dipengaruhi adanya perbaikan ekspor karena kenaikan harga komoditas. "Baik batubara, kelapa sawit, bahkan ekspor manufaktur juga naik baik tekstil maupun kendaraan bermotor. Itu juga membaik menunjukan kegiatan ekonomi membaik," tambahnya.

Sementara dari sisi eksternal, Perry melihat investor sudah mengantisipasi apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The fed) dari yang sebelumnya hawkish menjadi dovish. Dengan demikian, pasar tidak terlalu banyak merespon hal tersbeut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×