kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI optimistis masih ada ruang untuk kebijakan akomodatif lainnya


Kamis, 21 November 2019 / 19:41 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo dan para deputi gubernur dalam konferensi pers hasil RDG November 2019 di Bank Indonesia, Kamis (21/11). photo by: Bidara Deo PinkBI optimis masih ada ruang untuk kebijakan akomodatif lainnya. KONTAN/Bidara Pink 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melalui rapat dewan gubernur (RDG), Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI 7-day (Reverse) Repo Rate di level 5% pada November 2019 ini. Selain suku bunga acuan, BI juga menahan suku bunga deposit facility dan lending facility dengan masing-masing sebesar 4,25% dan 5,75%.

Meski begitu, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 basis poin (bps) untuk bank umum konvensional dan syariah maupun unit usaha syariah sehingga masing-masing menjadi 5,5% dan 4%.

Baca Juga: Turunkan GWM rupiah, BI: Bisa tambah likuiditas bank hingga Rp 26 triliun

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, untuk ke depannya, masih ada ruang untuk kebijakan BI yang akomodatif. Ini pun bisa dari sisi makroprudensial, moneter, dan lain-lain.

"Ini tentu saja dengan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Dan pastinya akan kami umumkan pada RDG hari kedua setiap bulannya," tandas Perry.

Baca Juga: Penyaluran kredit masih lemah, BI: Permintaan dari korporasi masih belum kuat

Sebagai tambahan informasi, BI sudah menurunkan suku bunga acuan selama 4 kali atau sebesar 100 bps dari Juli 2019 hingga Oktober 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×