kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI optimalkan SBN sebagai alat operasi moneter


Selasa, 22 November 2016 / 20:45 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) semakin getol mengurangi ketergantungan terhadap sertifikat BI (SBI) yang digunakan oleh BI untuk mengelola operasi moneternya selama ini. BI menginginkan untuk mengambil peran lebih besar dengan cara mengoptimalkan penggunaan surat berharga negara (SBN) sebagai instrumen moneter secara bertahap hingga menggantikan SBI.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Agus Martowardojo dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo, regulator ekonomi dan para pelaku ekonomi di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (22/11) malam.

Agus mengatakan, selama ini SBN telah menjadi salah satu instrumen moneter BI. Untuk menggantikan SBI tersebut, lanjutnya, BI akan masuk ke pasar SBN dengan menyesuaikan kondisi likuiditas.

"Optimalisasi SBN sebagai instrumen moneter secara bertahap juga akan dilakukan utk menggantikan SBI," kata Agus.

Sejak 2010 lalu, BI memutuskan untuk semakin mengurangi outstanding di SBI dan berencana menghilangkannya. Langkah tersebut dilakukan dengan menghapuskan tenor-tenor SBI di bawah sembilan bulan, yaitu SBI bertenor satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan, di pasar perdana. Namun demikian, SBI ketiga tenor tersebut masih beredar di pasar sekunder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×