kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI: NPL naik bukan hal yang harus dikhawatirkan


Kamis, 06 April 2017 / 16:51 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, peningkatan Non Performing Loan (NPL) merupakan siklus bisnis di pasar keuangan, sehingga bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

“Peningkatan NPL itu suatu siklus bisnis yang tidak perlu harus kita haramkan,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara selepas acara The Impact of Trumponomics on Indonesia di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (6/4) malam.

Ia memberi contoh, NPL pada periode 2013-2015 sekitar 3,1% terjadi disebabkan kondisi harga komoditas yang anjlok. Ada pula perubahan kebijakan dari Amerika Serikat (AS).

“Pada saat itu harga komoditas anjlok, harga batubara jatuh, kelapa sawit jatuh, karet jatuh, kemudian pada 2013-2015 alami gejolak karena ada perubahan policy di AS ya hal yang wajar jika NPL naik,” ujarnya.

Ia mencatat, sebelumnya pada tahun 2012 NPL sekitar 1,5%. “Sekarang 3,1%," ucapnya.

Meski NPL tinggi, menurut Mirza dana pencadangan perbankan dipastikan melebihi NPL yaitu 104% dari jumlah NPL.

“Sekarang tinggal demand dari sektor riil harus tumbuh meski tidak bisa tumbuh langsung meroket, tetapi pelan-pelan pertumbuhan kredit sudah ada,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×