kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BI memperkirakan akan terjadi inflasi pada Oktober 2019, ini pertimbangannya


Jumat, 11 Oktober 2019 / 14:33 WIB
BI memperkirakan akan terjadi inflasi pada Oktober 2019, ini pertimbangannya
ILUSTRASI. Petugas melakukan pemeriksaan ayam potong di kios Pasar Pagi Tegal, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019). Pemeriksaan daging sapi dan ayam oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kota Tegal sepanjang bulan puasa dan jelang Lebaran itu untuk memasti

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan perkembangan harga pada bulan Oktober 2019 akan mengalami inflasi, meski berada di level rendah.

Berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu kedua bulan Oktober 2019, inflasi akan berada di level 0,04% (mom) dan bila dilihat secara year on year akan berada di level 3,15%.

Baca Juga: Minim katalis konsumsi, Ekonom: penjualan eceran kuartal III wajar lesu

"Jadi kalau dibandingkan secara year on year, masih lebih rendah dengan year on year bulan September 2019 yang mencapai 3,39%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (11/10).

Beberapa barang yang mengalami kenaikan harga pada survei tersebut adalah daging ayam ras yang mencatat inflasi sebesar 0,03%, tomat sayur dengan inflasi sebesar 0,01%, serta rokok kretek dengan inflasi sebesar 0,01%.

Sementara itu, laju inflasi tertahan dengan beberapa komoditas yang mengalami deflasi, seperti cabai merah dengan deflasi sebesar 0,06%, cabai rawit dengan deflasi sebesar 0,03%, telur ayam ras yang mengalami deflasi sebesar 0,03%, serta bawang merah, angkutan udara, juga jeruk, dan kentang yang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,01%.

Baca Juga: Perdagangan AS-Eropa Menegang, Kurs Rupiah Hari Ini Melemah

Perry mengungkapkan bahwa perkembangan harga hingga minggu kedua Oktober 2019 tersebut masih terkendali rendah dan masih sejalan dengan perkiraan inflasi BI.

Untuk selanjutnya, di akhir tahun BI masih yakin bahwa inflasi masih terjaga dan akan berada di bawah titik tengah sasaran inflasi yang sebesar 3,5%.




TERBARU

×