kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

BI lanjutkan kebijakan moneter akomodatif untuk topang pertumbuhan ekonomi


Selasa, 30 Juli 2019 / 16:43 WIB
BI lanjutkan kebijakan moneter akomodatif untuk topang pertumbuhan ekonomi


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Nilai tukar rupiah secara year-to-date juga terbilang stabil, bahkan mengalami apresiasi sebesar 2,64%. Menurut Perry, hal ini bukan hanya karena kondisi defisit transaksi berjalan yang mulai membaik, tetapi juga lantaran menariknya investasi portofolio di Indonesia. 

Baca Juga: Industri Lesu Darah, Ekonomi Kian Payah premium

“Sampai 26 Juli, aliran portofolio asing yang masuk mencapai Rp 193,2 triliun, yaitu Rp 120,1 triliun ke SBN (surat berharga negara) dan Rp 72,1 triliun ke pasar saham,” lanjut Perry. 

Selain itu, kondisi perekonomian yang positif ditunjukkan oleh premi risiko berdasarkan indikator CDS (Credit Default Swap) turun ke level yang dinilai sangat rendah yaitu 76,68.

Perry mengatakan posisi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan akhir 2018 lalu di mana CDS tercatat mencapai 135,9. Hal ini tak terlepas dari sentimen positif perbaikan peringkat kredit Indonesia oleh sejumlah lembaga internasional. 

Baca Juga: Dorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, bunga acuan BI perlu turun lagi

Adapun, Perry mengungkapkan, BI masih melihat terbukanya ruang untuk kebijakan yang akomodatif. “Dengan stabilitas yang terjaga, seluruh instrumen kebijakan BI diarahkan untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandas Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×