Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi meningkat pada Maret 2026.
Dalam laporan tersebut, average propensity to consume ratio atau proporsi pendapatan untuk konsumsi tercatat sebesar 72,2%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 71,6%.
Di sisi lain, porsi pendapatan yang digunakan untuk pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) justru mengalami penurunan.
Baca Juga: Ekspektasi Konsumen terhadap Ekonomi Indonesia ke Depan Menurun
Pada Maret 2026, rasio cicilan terhadap pendapatan tercatat 10,2%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 10,6%.
Sementara itu, proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) tercatat 17,6%, relatif stabil dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 17,7%.
Bank Indonesia juga mencatat bahwa peningkatan porsi konsumsi terhadap pendapatan terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa rumah tangga cenderung meningkatkan belanja konsumsi dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebaliknya, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan tercatat menurun pada seluruh kelompok pengeluaran.
Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan ruang keuangan rumah tangga, sehingga beban cicilan relatif berkurang dibandingkan periode sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













